gitar

February 16, 2009 at 1:26 pm (tentang gitar)

Category: Other

sumber:http// muktimukti.multiply.com/reviews/item/23

Pertemuan tanpa disengaja namun seperti bakal mendapat petunjuk, saya bertemu Ki Anong Naini, seorang pengkriya gitar dan Wenardi pemilik workshop Secco Handmade Guitar.

Sejak di awal pertemuan pun agenda untuk menemukan gitar ERMAK 17 bahwa ada jalan kembali untuk menekuni perihal musik. Beberapa yang tersebar dari cerita gitar ERMAK 17 Aki Mahjar tersebut semakin hari semakin membat bingung bagi praktisi-praktisi musik di negeri kita. Bentuknya seperti apa? Memainkannya seperti apa? Dimana bisa didapatkan? Menjadi paradoks seharusnya, bagi saya apabila tidak bisa menjawab, sebab menurut Ki Anong Naini gitar tersebut bisa dibuat kembali hanya tinggal mengukur fretnya saja.

Keinginan yang terlalu lama untuk meneruskan karya yang (menurut saya) belum selesai dari gitar ERMAK 17 Aki Mahjar. Namun sepertinya belum ada kabar yang baik dari pihak manapun untuk menggali kembali gitar ERMAK 17 tersebut. Mungkin bagi Ki Anong Naini, menjadi hal yang tidak perlu lagi dibayangkan seperti apa, sebab ia lebih bisa memperkirakan kondisi tiga puluh tahunan ke depan, mungkin gitar tersebut telah rusak atau tak terpelihara.

Jalan yang terbaik adalah membuat kembali gitar ERMAK 17, meski dari pihak keluarga ahli waris belum mengetahui bagaimana caranya bahwa gitar tersebut harus dikaji dan digali lebih jauh dari pencetusnya.

Apapun, dari luapan perbincangan yang ada tentang gitar ERMAK 17 Aki Mahjar dari para praktisi dan seniman musik, tetap masih menjadi bayang-bayang hidup saya, bahwa ini harus diselesaikan. Saya masih ingat dengan mimpi di rumah Aki Mahjar di jalan Aceh 23 bandung, “…..hudang siah!! Da mi na ti la da wae can anggeus!!….” Ya, saya masih ingat, kenyatannya, semakin hari semakin membaik tentang gitar ERMAK 17 ini ketika beberapa teman mempunyai niat dan keinginan untuk memiliki gitar tersebut, antara lain Pak Agus (sekolah Musik Purwacaraka), Pak Iwan Abdurrahman (Penulis lagu), dan saya Mukti-Mukti (Petani). Kemudian, saya menemui Prof. Nana (Salah satu ahli waris Aki Mahjar) di Ciburial untuk menyampaikan niat menggali kembali gitar yang dimaksud dan mengukur fret gitar ERMAK 17. Alhamdulillah, berkat banyak jalan, saya, Ki Anong Naini dan Pak Wenardi dari Secco Handmade Guitar telah mencoba membuat dengan desain yang lebih baik secara bahan, posisi neck, dan kemasan yang lebih pantas.

Maka dengan segala kehormatan, gitar ERMAK 17 yang ke 4 kami berikan kepada keluarga Daminatila Foundation, sebagai rasa dan kecintaan kami kepada Raden Mahjar Angga Kusumadinata yang genius dalam inovasi dunia musik.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.