trend sepatu 2009

February 16, 2009 at 1:50 pm (16896494, rend sepatu 2009)

sumber:http://sinarharapan.co.id

Sepatu Koleksi Terbaru Rococo
Mengekspos Keindahan Kaki Perempuan


JAKARTA – Butik sepatu ”Rococo” yang berlokasi di Plaza Indonesia, pekan lalu menampilkan sejumlah koleksi terbaru, antara lain dari Stuart Weitzman, Vicini, Michael Kors, Alexandra Neel, Gina, Anne Klein, Jaime Mascaro, Claudia Ciuti, dan Jill Stuart.

Presentasi dan peragaan sepatu yang dipandu pengamat fashion Sonny Muchlison itu berakar konsep penyajian Rococo yang berpaduan segi kualitas, fashionable, dan beragam detail pekerjaan tangan. Berbagai model kebutuhan bagi aktivitas evening, semiformal, gaya kasual hingga keperluan pengantin wanita ditampilkan secara bergantian.
Bisa disebut eksklusif, karena rangkaian sepatu yang hadir merupakan kreasi desainer internasional yang diproduksi sangat terbatas dan ngetren. Intinya, Rococo memberikan wacana atau pengalaman baru kepada khalayak sesuai kebutuhan masing-masing. Dari minat penampilan kaki yang simple-chic, elegan, atau yang sophisticated tanpa mengorbankan kualitas dan kenyamanan.
Rococo menyajikan aneka koleksi dari model pump sederhana hingga sepatu evening bertumit tinggi dengan dekorasi detail yang mewah. Koleksi sepatu terbaru dari Rococo berharga antara Rp1.000.000 hingga Rp12.000.000 per pasang.
Ada karakter tersendiri dan acuan tren tertentu yang dibanggakan Rococo, seperti yang tergambar dari panduan tren untuk musim semi dan panas tahun ini. Berupa gaya sepatu terkini yang cenderung feminin, terbuka dengan mengekspos keindahan kaki si pemakai, memanjang di bagian ujung, dan bertumit ramping baik yang sedang maupun yang tinggi.
Gaya tampilannya lebih kasual dan tetap menitikberatkan pada kenyamanan bagi pemakai. Yang bergaya kasual banyak memanfaatkan bahan sporty seperti kulit, wood, dan stretch bersol karet. Sedangkan bagi sepatu evening mengandalkan penampilan eksotik, seperti kulit reptil dengan tambahan detail tekstur perpaduan bahan lace, simpul pita, dan eyelet.
Selain itu didapatkan warna-warna tren masa sekarang, seperti citrus, nada pastel dalam berbagai gradasi, bahan kulit suede yang serba ringan memudar, bahkan kulit reptil yang mewah bisa diwujudkan dalam tampilan sangat feminin.
Di bagian lain ada tampilan grafis kombinasi dua warna kontras seperti hitam-putih, kuning-jingga, dan kontras dalam motif serta teknik polkadot kombinasi garis, lace halus kombinasi jahit tindas (stitching), dan masih banyak lagi. Suatu penampilan produk sepatu yang selaras dengan tuntutan tren.

Penuh Warna
Sebutlah rancangan sepatu terbaru dari Stuart Weitzman yang tampil segar penuh warna. Bagaikan bunga yang bermunculan di musim semi, kreasi Weitzman adalah gambaran kehangatan musim panas. Rancangannya mencirikan pekerjaan tangan yang demikian piawai. Inovasinya terletak pada pemanfaatan bahan yang tidak biasa. Itu terlihat dari kreasi sepatu berhiaskan lukisan tangan dengan taburan kristal Swarovzki.
Weitzman memiliki pribadi yang unik, sehingga pada rancangannya selalu saja ada unsur spektakuler saat dikenakan wanita, baik itu yang berupa sepatu ataupun tas. Diperkirakan para paparazzi Hollywood kini sudah berpindah sasaran angle-nya dari wajah cantik aktris setempat, ke sandal evening stiletto karya Stuart Weitzman.
Weitzman adalah kreator sepatu wanita terbesar di dunia. Rancangannya identik dengan tampilan glamor selebriti di atas karpet merah ajang penganugerahan Oscar. Salah satu berita paling gres adalah sepatu Weitzman bertatahkan berlian seharga dua juta dolar AS, yang dikenakan pemenang Oscar, Allison Krauss.
Nama Stuart Weitzman kini tak bisa dipisahkan dari gaya hidup selebriti ternama dunia. Dua nama di antaranya adalah Rachel Hunter dan top model Paris Hilton. Desainnya memiliki daya fantasi yang luar biasa. Dengan kualitas konstruksi yang tepat buat kaki, Weitzman merupakan perancang yang juga ahli dalam bidang pecah pola model sepatu. Tidak heran, jika majalah Elle memberinya gelar sebagai ”the next best thing to a costume fit”.
Koleksi terbaru dari Vicini mengandalkan penampilan sepatu yang digunakan Christina Aguilera dan Beyonce Knowles saat penyelenggaraan Grammy Award tahun ini. Bukan hanya dua penyanyi itu yang pengguna koleksi sepatu Vicini, yang lainnya tercatat Celine Dion, Pink, Madonna, dan dua bintang serial ”Sex and the City”, Sarah Jessica Parker dan Kim Cattrall.
Kesuksesan produk Vicini tidak lepas dari tangan dingin Giuseppe Zanotti. Pria kelahiran San Mauro Pascoli ini memang dilahirkan di wilayah pakar pembuat sepatu. Kreasinya merupakan gabungan antara teknik dan selera tinggi yang dimilikinya. Karya sepatunya mengungkit harmoni dari garis dan atmosfer dari elemen.
Dia selalu memberikan sentuhan seduction pada rancangan sepatunya. Paling penting, sepatunya membuat tampilan wanita menjadi lebih berkarakter. Pada tahun 2000, Zanotti dianugerahi penghargaan Designer of the Year oleh Footwear News.

Rancangan Terbaru
Di bagian peragaan sepatu di butik Rococo muncul rancangan terbaru dari Alexandra Neel yang mirip desain couture. Ide bagi Neel bisa dari mana saja, sebutlah gaya lingerie, riva boat, pleats, navy, Andalusia, dan banyak lagi.
Perempuan ini mengawali kariernya di rumah mode Celine, yang kemudian pindah ke rumah mode Balenciaga. Pada tahun 2001 di Italia, ia membuka label sendiri yang pada tampilan perdananya sudah mampu menaklukkan pandangan para jurnalis mode dan buyers dengan kekayaan koleksi, maturity, dan ide-idenya yang berani.
Sepatu, baginya, tak hanya sekadar aksesori semata. Menurut Neel, sepatu adalah sebagai pembuka daya tarik, syarat mutlak dalam penampilan sehari-hari maupun malam. Model sepatunya bersiluet pump yang tajam, feminin, bergaya klasik, melekat di kaki dengan potongan turun merendah dan memiliki garis tali yang ringan. Dengan kata lain, rancangan sepatu Neel akan mempertontonkan keindahan kaki wanita.
Berikutnya ada produk sepatu Anne Klein yang sangat identik dengan gaya Amerika. Kreasi rancangannya dapat dicirikan dari wujud kecanggihan, daya pakai, dan lepas dari semua itu, sangat relevan dengan kehidupan perempuan.
Anne Klein mendefinisikan gaya sport Amerika, yang kemudian diaplikasikan masyarakat Amerika hingga kini. Almarhumah membuat strategi inovatif yang membuat industrinya menjadi pelopor di Amerika. Perusahaannya kini ditangani desainer baru bernama Michael Smaldon yang bergabung pada tahun 2002.
Koleksi sepatu lainnya hadir dari Jaime Mascaro, yang dikenal sangat laris di Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris, Cina, Taiwan hingga Amerika Serikat. Harganya berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 2.500.000.
Kreasi Mascaro merupakan perpaduan desain terkini dengan teknik pekerjaan tangan tradisional. Pada saat yang sama, mereka menggunakan pernyataan teknologi seni dalam proses produksinya. Kini dalam wujud dua label, yaitu Jaime Mascaro dan Ursula Mascaro. Kreasi sepatunya mewakili tampilan wanita yang serba sederhana dan sophisticated, serta rancangan mutakhir dengan temuan-temuan barunya yang dinamis dan inovatif.
Lain lagi dengan rancangan sepatu Claudia Ciuti yang sangat imajinatif. Claudia begitu tertarik pada style fashion dunia. Kreativitasnya dinilai tinggi, dan ciri individualnya kuat serta interpretasinya yang bergaya muda, membuat produknya memiliki seri tersendiri di kota metropolitan.Belum lagi dengan rancangan sepatu yang mengutamakan sisi kenyamanan si pemakainya, membuat produk sepatunya begitu populer di kawasan Amerika Serikat dan Jepang.
Penampilan sepatu memang kian beragam dengan pilihan ciri khas yang selaras kepribadian masing-masing.
(SH/`john js)

Permalink Leave a Comment

gaya rambut emo

February 16, 2009 at 1:32 pm (gaya rambut emo)

Gaya Rambut Emo (Emo Style)dikutip dari:http//fashion.infogue.com/gaya_rambut_emo_style/voite

BERITA – pinokioze.wordpress.com – Gaya rambut Emo berhubungan kuat dengan punk tradisional hairstyles pada era 80-an. Baru-baru ini gaya Emo berkembang lebih cepat, mulai dari cara tampilan hingga pelaku gaya tesebut. Gaya rambut Emo berubah-ubah setiap saat mengandalkan orang yang memakainya.

Faktor yang harus diperhitungkan; misalnya jika seseorang memakai busana gothic berusaha memadukan dengan gaya rambut emo, mereka mungkin tidak bisa dikatakan menampilkan emo style secara utuh. Oleh karena itu, pakaian, skin piercing, anting-anting, tatoos dan lain sebagainya merupakan pertimbangan dalam membedakan orang dengan gaya tertentu.

Ada banyak ciri atau karakter untuk membedakan gaya emo, diantaranya:

Warna terang dan warna gelap, benar-benar ditampilkan atau ditonjolkan. Hal yang penting perbedaan menyolok dengan latar belakang sisa rambut. Kebanyakan gadis atau anak laki-laki emo, mencelup rambut mereka dengan warna gradasi coklat/hitam. Beberapa gadis emo biasa mengunakan warna yang lebih muda

Permalink Leave a Comment

gitar

February 16, 2009 at 1:26 pm (tentang gitar)

Category: Other

sumber:http// muktimukti.multiply.com/reviews/item/23

Pertemuan tanpa disengaja namun seperti bakal mendapat petunjuk, saya bertemu Ki Anong Naini, seorang pengkriya gitar dan Wenardi pemilik workshop Secco Handmade Guitar.

Sejak di awal pertemuan pun agenda untuk menemukan gitar ERMAK 17 bahwa ada jalan kembali untuk menekuni perihal musik. Beberapa yang tersebar dari cerita gitar ERMAK 17 Aki Mahjar tersebut semakin hari semakin membat bingung bagi praktisi-praktisi musik di negeri kita. Bentuknya seperti apa? Memainkannya seperti apa? Dimana bisa didapatkan? Menjadi paradoks seharusnya, bagi saya apabila tidak bisa menjawab, sebab menurut Ki Anong Naini gitar tersebut bisa dibuat kembali hanya tinggal mengukur fretnya saja.

Keinginan yang terlalu lama untuk meneruskan karya yang (menurut saya) belum selesai dari gitar ERMAK 17 Aki Mahjar. Namun sepertinya belum ada kabar yang baik dari pihak manapun untuk menggali kembali gitar ERMAK 17 tersebut. Mungkin bagi Ki Anong Naini, menjadi hal yang tidak perlu lagi dibayangkan seperti apa, sebab ia lebih bisa memperkirakan kondisi tiga puluh tahunan ke depan, mungkin gitar tersebut telah rusak atau tak terpelihara.

Jalan yang terbaik adalah membuat kembali gitar ERMAK 17, meski dari pihak keluarga ahli waris belum mengetahui bagaimana caranya bahwa gitar tersebut harus dikaji dan digali lebih jauh dari pencetusnya.

Apapun, dari luapan perbincangan yang ada tentang gitar ERMAK 17 Aki Mahjar dari para praktisi dan seniman musik, tetap masih menjadi bayang-bayang hidup saya, bahwa ini harus diselesaikan. Saya masih ingat dengan mimpi di rumah Aki Mahjar di jalan Aceh 23 bandung, “…..hudang siah!! Da mi na ti la da wae can anggeus!!….” Ya, saya masih ingat, kenyatannya, semakin hari semakin membaik tentang gitar ERMAK 17 ini ketika beberapa teman mempunyai niat dan keinginan untuk memiliki gitar tersebut, antara lain Pak Agus (sekolah Musik Purwacaraka), Pak Iwan Abdurrahman (Penulis lagu), dan saya Mukti-Mukti (Petani). Kemudian, saya menemui Prof. Nana (Salah satu ahli waris Aki Mahjar) di Ciburial untuk menyampaikan niat menggali kembali gitar yang dimaksud dan mengukur fret gitar ERMAK 17. Alhamdulillah, berkat banyak jalan, saya, Ki Anong Naini dan Pak Wenardi dari Secco Handmade Guitar telah mencoba membuat dengan desain yang lebih baik secara bahan, posisi neck, dan kemasan yang lebih pantas.

Maka dengan segala kehormatan, gitar ERMAK 17 yang ke 4 kami berikan kepada keluarga Daminatila Foundation, sebagai rasa dan kecintaan kami kepada Raden Mahjar Angga Kusumadinata yang genius dalam inovasi dunia musik.

Permalink Leave a Comment

biografi band netral

February 16, 2009 at 1:21 pm (biografi band netral)


Profil

NETRAL Band: Idealisme Yang Membuat Mereka Tetap Eksis
Oleh : Djoko Moernantyo

07-Jun-2007, 22:56:02 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabaIndonesia – TAK DIPUNGKIRI, sebagai satu band yang bertahan di kancah musik Indonesia, NETRAL termasuk “betah” untuk “tidak bubar” dan meninggalkan arena musikalitas yang diusungnya. Padahal kalau mau jujur, range fansnya tidak terlalu luas, meski harus diakui cukup militan. Secara musikalitas, NETRAL juga bukan grup musik yang lagu-lagunya gampang dinikmati, meski bukan juga lagu yang sulit dan ribet.

Band yang sempat gonta-ganti personil ini, baru saja merilis album terbarunya 9th [baca: Kesembilan]. Yup, ini memang album ke-9 selama rentang waktu 10 tahunan berkarir di industri musik Indonesia yang konon ketat, ribet, dan sukar tertebak. NETRAL memang tak pernah benar-benar menjadi rocktar dengan album yang terjual jutaan kopi sepeti band-band pop yang merajalela sekarnag ini, tapi NETRAL benar-benar bisa menjadi band yang eksis karena mereka mempertahankan sisi idealisme, berani menjadi trendsetter dan ‘peduli setan’ dengan arus.

Sempat pamer beberapa lagu sebagai pembuka di Konser band speed metal DRAGON FORCE di Jakarta, beberapa waktu lalu, NETRAL yang kini diawaki Bagus [vokal], Enno [drum] dan Coki [gitar] kabarnya “ngadem” di album terakhirnya ini. Apakah NETRAL sudah merasa tua untuk bermain kencang dan gahar seperti biasanya? Atau NETRAL merasa perlu berkompromi dengan kuping yang lebih luas dengan membuat musikalitas yang lebih sederhana? Semua memang masih praduga, karena ketika mendengar materi albumnya, ternyata konsepsi “adem” itu tidak seperti pop yang kita bayangkan. “Maksud kita adem disini, lebih kepada tidak mengumbar skill yang berlebihan,” jelas Bagus ketika ngobrol dengan penulis di sebuah kafe di Jakarta. Meski skill dan distorsi tidak terlalu diumbar, sound-sound rock khas NETRAL tetap terasa “menghajar” telinga kita. “Untuk sound memang kita masih keras,” celetuk Eno yang nimbrung bicara.

Bicara soal album barunya, terlihat sekali kegairahan personil NETRAL. Konon, karena album ini dibuat dengan suasana yang menyenangkan dan tidak terlalu terburu-buru. “Nuansa yang kita munculkan adalah nuansa ambience,” tambah Coki. Menanggapi tempo yang dominan mid tempo, Coki melihat itu lebih sebagai sebuah dinamika album. “Nggak mungkinlah kita hajar terus dengan musik yang keras. Karena ada kalanya kita adem juga,” tambah Coki.

Ngomong-ngomong soal dinamika album, Coki dan Enno tidak membantah kalau peran Bagus –yang dijuluki rohnya NETRAL– sangat dominan. “Jujur saja, dinamika album NETRAL ini sangat dipengaruhi oleh mood-nya Bagus. Kalau dia lagi stress, bisa-bisa liriknya kacau, tapi kalau dia lagi lempeng, pasti jadinya juga gokil,” tukas Coki, gitaris yang termasuk personil paling bontot gabung ke NETRAL.

Peran sentral Bagus itu sekaligus menjawab, mengapa personil-personil lainnya tidak “sepeka” Bagus ketika membuat lagu. “Ketika kita buat lagu, ujung-ujungnya diserahin ke Bagus juga, karena memang dia yang tahu banget soal jiwanya NETRAL,” celetuk Eno nyamber. Di album baru ini, Coki juga mmebuat satu lagu yang berbahasa Inggris. Tapi dengar pendapat Coki, “lagu itu juga temanya pesanan dari Bagus, karena dia harus dapat soul-nya untuk bisa nyanyi dengan enak,” tambah bernama lengkap Chistopher Bollemeyer ini mantap.

Tidak ada “kegelisahan” yang NETRAL rasakan ketika menggarap album 9th ini. “KIta lebih ekplorasi lirik dan musikalitas saja,” tambah Bagus, vokalis dan basis berkepala plontos ini kalem. Soal tema, Bagus lebih menyoroti soal pengalaman hidup. “Jangan heran kalau liriknya lebih puitis,” sergah Bagus lagi. Yah, puitis ala NETRAL tentunya. “Kami dalam posisi aman!” tegas Bagus. Jawaban yang tidak main-main, karena menurut personilnya, NETRAL tidak pernah neko-neko. “Kami band aman kok,” tegas Eno mengiyakan. Pengaruh musikal di album terakhir ini juga unik. pasalnya Eno lagi “tergila-gila” dengan Bloc Party, Coki kesengsem sama Jimmy Hendrix. Bagus? “Karena mau punya anak, jadi gue lagi dengarin Lullaby, he..he,” jawabnya sambil cengar-cengir.

Menariknya, perjalanan karir yang tak selalu manis itu membuahkan satu filosofi yang berbeda pada personilnya. Bagus melihat semua proses itu sebagai aliran air. “Gue sih bersyukur dan mengikuti alurnya saja,” jelas pemilik nama lengkap Bagus Dhanar Dhana ini. Sementata Enno, lebih melihat setiap pembuatan album baru, kreativitasnya selalu bertambah. “Gue pingin setiap album memberikan sesuatu yang berbeda,” tandas pemilik nama lengkap Eno Gitara Ryanto ini kalem.

Coki agak berbeda. Sebagai musisi bungsu di band ini, Coki memperhatikan setiap album NETRAL. “Bagi gue, NETRAL makin kaya secara warna musikalitasnya, termasuk gue juga tambah,” terang cowok kelahiran Jakarta, 30 Desember 1976. Pelajaran terpenting yang Coki rasakan adalah kebebasan ekspresi dan bermusik. “Benar-benar tidak ada pagar untuk berkarya di NETRAL, jadi asik banget,” terangnya.

Dan percaya atau tidak, kalau semua personil NETRAL pernah merasa jenuh ngeband? “Gue sampe bego pegang drum,” aku Eno. “Gue malah males banget lihat gitar,” tambah Coki. Sementara Bagus, memilih bicara soal lain diluar NETRAL. “Itu pernah kita alami saat ngegarap album Kancut, Hitam dan Putih,” terang Bagus.

Semua pola musikalitas sudah pernah dilakukan NETRAL. Punya konsep liar, gila dan belum pernah dilakukan sebelumnya? “Gue pingin eksplorasi sound lebih gila lagi,” tukas Eno mantap. Kalau Bagus tertarik membuat kover yang dashyat. “Yang membuat orang terperangah melihat album kita,” tegas Bagus. Sementara Coki lebih “kangen” mendengar progresi kord Bagus yang menurutnya “aneh-aneh” dan tidak lazim. “Gue pingin dengar lagi bass Bagus kaya lagu Koma. Bassnya gila banget dan susah tuh dapatnya,” seru Coki. Dan Bagus sendiri geleng-geleng, “Yang mana sih? Perasaan biasa-biasa saja tuh?” elaknya sambil nyengir.

Album baru berisi 12 lagu ini dirilis 8 Juni 2007. Beberapa lagu yang ada di album ini antara lain Air, Maut, Serigala, In Solitude, Unlimited, Fatamorgana, Super Ego, Cinta Gila, Plan C, Bidadari, Ikrar, dan Belenggu. Are U Ready to Rock with NETRAL?

Permalink Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.