trend sepatu 2009
| sumber:http://sinarharapan.co.id | |
|
Sepatu Koleksi Terbaru Rococo
JAKARTA – Butik sepatu ”Rococo” yang berlokasi di Plaza Indonesia, pekan lalu menampilkan sejumlah koleksi terbaru, antara lain dari Stuart Weitzman, Vicini, Michael Kors, Alexandra Neel, Gina, Anne Klein, Jaime Mascaro, Claudia Ciuti, dan Jill Stuart. Presentasi dan peragaan sepatu yang dipandu pengamat fashion Sonny Muchlison itu berakar konsep penyajian Rococo yang berpaduan segi kualitas, fashionable, dan beragam detail pekerjaan tangan. Berbagai model kebutuhan bagi aktivitas evening, semiformal, gaya kasual hingga keperluan pengantin wanita ditampilkan secara bergantian. Penuh Warna Rancangan Terbaru |
gaya rambut emo
| Gaya Rambut Emo (Emo Style)dikutip dari:http//fashion.infogue.com/gaya_rambut_emo_style/voite
BERITA – pinokioze.wordpress.com – Gaya rambut Emo berhubungan kuat dengan punk tradisional hairstyles pada era 80-an. Baru-baru ini gaya Emo berkembang lebih cepat, mulai dari cara tampilan hingga pelaku gaya tesebut. Gaya rambut Emo berubah-ubah setiap saat mengandalkan orang yang memakainya.
Faktor yang harus diperhitungkan; misalnya jika seseorang memakai busana gothic berusaha memadukan dengan gaya rambut emo, mereka mungkin tidak bisa dikatakan menampilkan emo style secara utuh. Oleh karena itu, pakaian, skin piercing, anting-anting, tatoos dan lain sebagainya merupakan pertimbangan dalam membedakan orang dengan gaya tertentu. Ada banyak ciri atau karakter untuk membedakan gaya emo, diantaranya: Warna terang dan warna gelap, benar-benar ditampilkan atau ditonjolkan. Hal yang penting perbedaan menyolok dengan latar belakang sisa rambut. Kebanyakan gadis atau anak laki-laki emo, mencelup rambut mereka dengan warna gradasi coklat/hitam. Beberapa gadis emo biasa mengunakan warna yang lebih muda ![]() |
gitar
| Category: | Other |
sumber:http// muktimukti.multiply.com/reviews/item/23
Pertemuan tanpa disengaja namun seperti bakal mendapat petunjuk, saya bertemu Ki Anong Naini, seorang pengkriya gitar dan Wenardi pemilik workshop Secco Handmade Guitar.
Sejak di awal pertemuan pun agenda untuk menemukan gitar ERMAK 17 bahwa ada jalan kembali untuk menekuni perihal musik. Beberapa yang tersebar dari cerita gitar ERMAK 17 Aki Mahjar tersebut semakin hari semakin membat bingung bagi praktisi-praktisi musik di negeri kita. Bentuknya seperti apa? Memainkannya seperti apa? Dimana bisa didapatkan? Menjadi paradoks seharusnya, bagi saya apabila tidak bisa menjawab, sebab menurut Ki Anong Naini gitar tersebut bisa dibuat kembali hanya tinggal mengukur fretnya saja.
Keinginan yang terlalu lama untuk meneruskan karya yang (menurut saya) belum selesai dari gitar ERMAK 17 Aki Mahjar. Namun sepertinya belum ada kabar yang baik dari pihak manapun untuk menggali kembali gitar ERMAK 17 tersebut. Mungkin bagi Ki Anong Naini, menjadi hal yang tidak perlu lagi dibayangkan seperti apa, sebab ia lebih bisa memperkirakan kondisi tiga puluh tahunan ke depan, mungkin gitar tersebut telah rusak atau tak terpelihara.
Jalan yang terbaik adalah membuat kembali gitar ERMAK 17, meski dari pihak keluarga ahli waris belum mengetahui bagaimana caranya bahwa gitar tersebut harus dikaji dan digali lebih jauh dari pencetusnya.
Apapun, dari luapan perbincangan yang ada tentang gitar ERMAK 17 Aki Mahjar dari para praktisi dan seniman musik, tetap masih menjadi bayang-bayang hidup saya, bahwa ini harus diselesaikan. Saya masih ingat dengan mimpi di rumah Aki Mahjar di jalan Aceh 23 bandung, “…..hudang siah!! Da mi na ti la da wae can anggeus!!….” Ya, saya masih ingat, kenyatannya, semakin hari semakin membaik tentang gitar ERMAK 17 ini ketika beberapa teman mempunyai niat dan keinginan untuk memiliki gitar tersebut, antara lain Pak Agus (sekolah Musik Purwacaraka), Pak Iwan Abdurrahman (Penulis lagu), dan saya Mukti-Mukti (Petani). Kemudian, saya menemui Prof. Nana (Salah satu ahli waris Aki Mahjar) di Ciburial untuk menyampaikan niat menggali kembali gitar yang dimaksud dan mengukur fret gitar ERMAK 17. Alhamdulillah, berkat banyak jalan, saya, Ki Anong Naini dan Pak Wenardi dari Secco Handmade Guitar telah mencoba membuat dengan desain yang lebih baik secara bahan, posisi neck, dan kemasan yang lebih pantas.
Maka dengan segala kehormatan, gitar ERMAK 17 yang ke 4 kami berikan kepada keluarga Daminatila Foundation, sebagai rasa dan kecintaan kami kepada Raden Mahjar Angga Kusumadinata yang genius dalam inovasi dunia musik.
biografi band netral
![]() Profil NETRAL Band: Idealisme Yang Membuat Mereka Tetap Eksis Oleh : Djoko Moernantyo 07-Jun-2007, 22:56:02 WIB – [www.kabarindonesia.com] |
|
KabaIndonesia – TAK DIPUNGKIRI, sebagai satu band yang bertahan di kancah musik Indonesia, NETRAL termasuk “betah” untuk “tidak bubar” dan meninggalkan arena musikalitas yang diusungnya. Padahal kalau mau jujur, range fansnya tidak terlalu luas, meski harus diakui cukup militan. Secara musikalitas, NETRAL juga bukan grup musik yang lagu-lagunya gampang dinikmati, meski bukan juga lagu yang sulit dan ribet.
Band yang sempat gonta-ganti personil ini, baru saja merilis album terbarunya 9th [baca: Kesembilan]. Yup, ini memang album ke-9 selama rentang waktu 10 tahunan berkarir di industri musik Indonesia yang konon ketat, ribet, dan sukar tertebak. NETRAL memang tak pernah benar-benar menjadi rocktar dengan album yang terjual jutaan kopi sepeti band-band pop yang merajalela sekarnag ini, tapi NETRAL benar-benar bisa menjadi band yang eksis karena mereka mempertahankan sisi idealisme, berani menjadi trendsetter dan ‘peduli setan’ dengan arus. Sempat pamer beberapa lagu sebagai pembuka di Konser band speed metal DRAGON FORCE di Jakarta, beberapa waktu lalu, NETRAL yang kini diawaki Bagus [vokal], Enno [drum] dan Coki [gitar] kabarnya “ngadem” di album terakhirnya ini. Apakah NETRAL sudah merasa tua untuk bermain kencang dan gahar seperti biasanya? Atau NETRAL merasa perlu berkompromi dengan kuping yang lebih luas dengan membuat musikalitas yang lebih sederhana? Semua memang masih praduga, karena ketika mendengar materi albumnya, ternyata konsepsi “adem” itu tidak seperti pop yang kita bayangkan. “Maksud kita adem disini, lebih kepada tidak mengumbar skill yang berlebihan,” jelas Bagus ketika ngobrol dengan penulis di sebuah kafe di Jakarta. Meski skill dan distorsi tidak terlalu diumbar, sound-sound rock khas NETRAL tetap terasa “menghajar” telinga kita. “Untuk sound memang kita masih keras,” celetuk Eno yang nimbrung bicara. Bicara soal album barunya, terlihat sekali kegairahan personil NETRAL. Konon, karena album ini dibuat dengan suasana yang menyenangkan dan tidak terlalu terburu-buru. “Nuansa yang kita munculkan adalah nuansa ambience,” tambah Coki. Menanggapi tempo yang dominan mid tempo, Coki melihat itu lebih sebagai sebuah dinamika album. “Nggak mungkinlah kita hajar terus dengan musik yang keras. Karena ada kalanya kita adem juga,” tambah Coki. Ngomong-ngomong soal dinamika album, Coki dan Enno tidak membantah kalau peran Bagus –yang dijuluki rohnya NETRAL– sangat dominan. “Jujur saja, dinamika album NETRAL ini sangat dipengaruhi oleh mood-nya Bagus. Kalau dia lagi stress, bisa-bisa liriknya kacau, tapi kalau dia lagi lempeng, pasti jadinya juga gokil,” tukas Coki, gitaris yang termasuk personil paling bontot gabung ke NETRAL. Peran sentral Bagus itu sekaligus menjawab, mengapa personil-personil lainnya tidak “sepeka” Bagus ketika membuat lagu. “Ketika kita buat lagu, ujung-ujungnya diserahin ke Bagus juga, karena memang dia yang tahu banget soal jiwanya NETRAL,” celetuk Eno nyamber. Di album baru ini, Coki juga mmebuat satu lagu yang berbahasa Inggris. Tapi dengar pendapat Coki, “lagu itu juga temanya pesanan dari Bagus, karena dia harus dapat soul-nya untuk bisa nyanyi dengan enak,” tambah bernama lengkap Chistopher Bollemeyer ini mantap. Tidak ada “kegelisahan” yang NETRAL rasakan ketika menggarap album 9th ini. “KIta lebih ekplorasi lirik dan musikalitas saja,” tambah Bagus, vokalis dan basis berkepala plontos ini kalem. Soal tema, Bagus lebih menyoroti soal pengalaman hidup. “Jangan heran kalau liriknya lebih puitis,” sergah Bagus lagi. Yah, puitis ala NETRAL tentunya. “Kami dalam posisi aman!” tegas Bagus. Jawaban yang tidak main-main, karena menurut personilnya, NETRAL tidak pernah neko-neko. “Kami band aman kok,” tegas Eno mengiyakan. Pengaruh musikal di album terakhir ini juga unik. pasalnya Eno lagi “tergila-gila” dengan Bloc Party, Coki kesengsem sama Jimmy Hendrix. Bagus? “Karena mau punya anak, jadi gue lagi dengarin Lullaby, he..he,” jawabnya sambil cengar-cengir. Menariknya, perjalanan karir yang tak selalu manis itu membuahkan satu filosofi yang berbeda pada personilnya. Bagus melihat semua proses itu sebagai aliran air. “Gue sih bersyukur dan mengikuti alurnya saja,” jelas pemilik nama lengkap Bagus Dhanar Dhana ini. Sementata Enno, lebih melihat setiap pembuatan album baru, kreativitasnya selalu bertambah. “Gue pingin setiap album memberikan sesuatu yang berbeda,” tandas pemilik nama lengkap Eno Gitara Ryanto ini kalem. Coki agak berbeda. Sebagai musisi bungsu di band ini, Coki memperhatikan setiap album NETRAL. “Bagi gue, NETRAL makin kaya secara warna musikalitasnya, termasuk gue juga tambah,” terang cowok kelahiran Jakarta, 30 Desember 1976. Pelajaran terpenting yang Coki rasakan adalah kebebasan ekspresi dan bermusik. “Benar-benar tidak ada pagar untuk berkarya di NETRAL, jadi asik banget,” terangnya. Dan percaya atau tidak, kalau semua personil NETRAL pernah merasa jenuh ngeband? “Gue sampe bego pegang drum,” aku Eno. “Gue malah males banget lihat gitar,” tambah Coki. Sementara Bagus, memilih bicara soal lain diluar NETRAL. “Itu pernah kita alami saat ngegarap album Kancut, Hitam dan Putih,” terang Bagus. Semua pola musikalitas sudah pernah dilakukan NETRAL. Punya konsep liar, gila dan belum pernah dilakukan sebelumnya? “Gue pingin eksplorasi sound lebih gila lagi,” tukas Eno mantap. Kalau Bagus tertarik membuat kover yang dashyat. “Yang membuat orang terperangah melihat album kita,” tegas Bagus. Sementara Coki lebih “kangen” mendengar progresi kord Bagus yang menurutnya “aneh-aneh” dan tidak lazim. “Gue pingin dengar lagi bass Bagus kaya lagu Koma. Bassnya gila banget dan susah tuh dapatnya,” seru Coki. Dan Bagus sendiri geleng-geleng, “Yang mana sih? Perasaan biasa-biasa saja tuh?” elaknya sambil nyengir. Album baru berisi 12 lagu ini dirilis 8 Juni 2007. Beberapa lagu yang ada di album ini antara lain Air, Maut, Serigala, In Solitude, Unlimited, Fatamorgana, Super Ego, Cinta Gila, Plan C, Bidadari, Ikrar, dan Belenggu. Are U Ready to Rock with NETRAL? |


